“Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging; apabila segumpal daging itu baik maka seluruh tubuhnya akan baik. Segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muslim dan Baihaqi)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al Ankabut 29 : 2 )
Setelah beberapa saat tidak Blogwalking, kemarin pagi saya mengunjungi seorang sahabat baru saya, Uda Vizon. Tulisannya tentang Miskin Harta atau Miskin Jiwa , membuat saya berpikir tentang realitas yang seringkali terjadi dalam kehidupan ini.
Kejadian tersebut merupakan realitas yang banyak kita temui dalam masyarakat, itu hanyalah sebuah contoh, ketika ketakutan akan kemiskinan aspek duniawi menjadikan Manusia menjadi pendek pemikirannya. Mungkin terjadi disekeliling kita, pada keluarga kita, atau bahkan pada diri kita sendiri…
Bukankah semua manusia sudah ditentukan setiap rejekinya di muka bumi ini ?, kita hanya diperintahkan untuk Ikhtiar, bukan berputus asa. Yakin dan percaya bahwa segala Ujian, semua masalah yang kita hadapi, takkan pernah melampaui batas kemampuan kita…
Lalu apa yang membuat banyak realitas seperti itu kita temui, semakin lunturkah keyakinan akan Janji Allah ? atau memang semua masalah yang ada tidak mampu dilewati, karena ikhtiar tanpa dibarengi dengan keyakinan yang bersandar kepada Allah…
Kebahagiaan dalam hidup, tidak berada dalam pengertian yang baku, karena kebahagiaan bagi setiap manusia senantiasa berbeda. Dan berbicara tentang masalah kehidupan, secara umum mencakup beberapa aspek,
Keuangan
Karir
Keluarga
Kesehatan
Kematian
Paling tidak, 5K itu yang ternyata saya sadari, bergelut dengan keseharian kehidupan. Masih lekat dalam ingatan saya, ketika seorang sahabat, tanpa kenal lelah, selalu mengingatkan saya, menelpon, sms, bahkan kiriman emailnya, adalah ajakan untuk senantiasa Mengingat Allah Mengingat Kehidupan Akhirat. Kalimatnya yang selalu saya ingat…
“Mustahil, kita mampu melewati semua masalah kehidupan, tanpa mengingat Allah dengan penuh kesadaran dalam keseharian kita”
Sahabat saya benar, karena, tidak mungkin tanpa pertolongan dan kehendakNYA kita mampu melewati semua masalah kehidupan, menghapalkan Rukun IMAN tanpa menyakininya, juga mengerjakan rukun Islam tanpa menegakkannya, ternyata malah membuat banyak manusia beribadah secara semu, hanya rutinitas belaka. Masih bergelut dengan banyak penyakit hati. Banyak pemimpin yang tidak Adil, karena tidak berani berkata jujur padahal Allah Maha Mengetahui, dan mereka Shalat. Banyak para koruptor yang menyesali perbuatannya, padahal mereka bersedekah saat mengambil hak orang lain, banyak kemaksiatan dilakukan oleh mereka yang juga tahu Allah Maha Melihat, masih ada perbuatan keji dalam masyarakat, dan mereka juga Tahu bahwa Allah itu ada dengan segala AturanNYA.
Karena manusia memilki dua kecenderungan, Lalai bersyukur saat diberi nikmat, dan mengeluh saat diberikan Ujian. maka Masalah 5K tersebut, bukannya menjadi sebuah Ujian yang menaikkan derajat kia di hadapan Allah, tapi justru sebaliknya, semakin menjauhkan kita DariNYA. Bukankah sudah dipahami, bahwa Jika kita ingat kepadaNYA, maka Allah akan Ingat kepada kita Juga, jadi bagaimana kita akan memohon bantuanNYA jika Allah jauh dari ingatan kita, dan Allah Menjadikan kita hamba yang tertutup mata hatinya.
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al BAqarah 2 : 152)
Bukankah akan lebih mudah pertolonganNYA, jika Allah Mengingat kita sebagai hambaNYA yang senantiasa ingat kepadaNYA…Sehingga, dengan pertolonganNYA, kita mampu melewati semua masalah yang kita hadapi, dan sesuai dengan janjiNYA pula, kita akan memperoleh,
KETENANGAN
“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)…” (QS Al Fath 48 : 2)
KETENTERAMAN
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Rad 13 : 28)
KESABARAN
“(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” (QS AL Hajj 22 : 35)
Itu semua adalah Janji Allah…Kemudian saya bertanya pada diri sendiri,
Bukankah Tulisan seperti ini sudah sering saya baca ? bukankah peringatan seperti ini sudah sering orang mengingatkan ? Bukankah kita sudah sejak lama mengingatNya dalam setiap ibadah kita ? LALU…Mengapa Ketenangan, Ketenteraman dan kesabaran itu masih belum juga kita peroleh ? Mengapa kita masih was was dan ketakutan dengan lima masalah tadi ? Bukankah kita menginginkan Akhir yang Indah ketika kematian datang kepada kita ?
Dan Jiwa saya menjawab…
Karena, belum mampu menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas kita. Karena, Ilmu seperti ini hanya ditumpuk belaka, tapi lalai dalam mengamalkannya. Karena wadah dalam hati , dijadikannya penuh, sehingga selalu tumpah kembali ilmu yang kita peroleh dan yang datang kepada kita. Karena kita mengajak kepada kebaikan, tapi lupa memeriksa diri, sudahkah kita mengamalkannya ?
jadi…ketika Ketenangan, kesabaran dan ketenteraman itu belum kita peroleh…tidak ada yang salah dengan Janji Allah, karena Allah tidak pernah Ingkar Janji. Tapi…Tengoklah ke dalam diri…
Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat (2M), mengatasi masalah Keuangan, Karir, Keluarga, Kesehatan, Kematian (5K), dan kita akan memperoleh Ketenangan, Kesabaran, Ketenteraman (3K).
Ya Allah, Sesungguhnya RahmatMu selalu mendahului KemurkaanMU..
Maka hanya KepadaMU hamba Memohon Ampunan…